PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya sekaligus Ketua DPD PAN Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemko) dipimpin Wali Kota Fairid Naparin yang membahas secara terbuka penggunaan dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Ruang Rapat Paripurna DPRD Palangka Raya, Minggu, 25 Oktober malam.

Menurut Arif, keterbukaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan penggunaan anggaran penanganan karhutla berjalan transparan, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.

“Saya sangat respect dengan Bapak Wali Kota Palangka Raya yang berani membahas secara terbuka penggunaan dana Banpres Karhutla. Ini adalah bentuk keberanian dan komitmen nyata untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kepentingan rakyat dan penanganan karhutla secara optimal,” ujar Arif, Minggu, 25 Oktober 2026.

Ia menegaskan, penanganan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah maupun petugas di lapangan. Diperlukan kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, DPRD, aparat penegak hukum, dunia usaha hingga masyarakat.

“Tidak ada satu pun pihak yang bisa menyelesaikan karhutla sendirian. Ini adalah bencana kita semua dan membutuhkan kerja sama semua pihak,” tegasnya.

Arif menilai transparansi penggunaan dana Banpres juga penting untuk menjaga kepercayaan publik.

Masyarakat perlu mengetahui bagaimana anggaran digunakan, program apa yang dijalankan, serta sejauh mana manfaatnya dirasakan warga dan relawan yang berjuang menghadapi karhutla.

Karena itu ia berharap penggunaan dana tersebut diarahkan pada kebutuhan prioritas, termasuk percepatan penanganan di lapangan, perlindungan kesehatan masyarakat terdampak asap, dukungan terhadap relawan, serta upaya pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang.

Menurutnya penanganan karhutla harus berjalan seiring dengan upaya melindungi lingkungan dan menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat.

Dampak kebakaran tidak hanya dirasakan saat api berkobar, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup warga.

Arif mengajak seluruh elemen untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Palangka Raya yang lebih aman dari ancaman karhutla.

“Kolaborasi, transparansi, dan kerja nyata adalah kunci untuk mewujudkan Palangka Raya dengan langit biru yang kita impikan. Ini bukan hanya tentang memadamkan api hari ini, tetapi juga menyelamatkan lingkungan demi masa depan generasi muda,” pungkasnya. (MARINI/R)