PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya, Hatir Sata Tarigan, meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya. 

Ia menegaskan, Palangka Raya tidak boleh dianaktirikan dalam penanganan bencana kabut asap yang telah mengganggu berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Menurut Hatir, dampak karhutla tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung.

Rumah warga terdampak kabut asap, aktivitas usaha terganggu, kesehatan masyarakat terancam, hingga kegiatan pendidikan yang harus menyesuaikan kondisi kualitas udara.

“Jangan anak tirikan Palangka Raya. Masyarakat di sini juga terdampak karhutla. Rumah, usaha, kesehatan, dan pendidikan ikut terganggu akibat kabut asap. Kondisi ini membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah pusat,” tegas Hatir, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menyoroti ancaman gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yang menjadi salah satu kekhawatiran di tengah memburuknya kualitas udara.

Menurutnya, perlindungan terhadap masyarakat harus menjadi prioritas, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

Selain itu, kabut asap turut memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Pelaku usaha menghadapi tantangan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, sementara warga yang bekerja di luar ruangan harus tetap mencari nafkah di tengah kondisi udara yang tidak sehat.

Hatir juga memberikan perhatian kepada para relawan yang berada di garda terdepan penanganan karhutla.

Mereka berjibaku membantu pemadaman api dan penanganan dampak kebakaran di lapangan, meski turut menghadapi risiko kesehatan serta kondisi kerja yang berat.

“Relawan adalah garda terdepan yang berjuang di lapangan. Mereka juga harus mendapatkan perhatian, dukungan perlengkapan, logistik, dan perlindungan kesehatan yang memadai. Jangan sampai mereka berjuang sendiri menghadapi bencana ini,” ujarnya.

Hatir menegaskan penanganan karhutla membutuhkan sinergi pemerintah pusat dan daerah, disertai dukungan yang sesuai dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan. 

Ia berharap bantuan penanganan bencana, layanan kesehatan, perlindungan relawan, dan pemulihan aktivitas masyarakat di Palangka Raya menjadi perhatian serius agar warga tidak terus menanggung dampak karhutla berkepanjangan. (MARINI/R)