BORNEONEWS, Palangka Raya – Kekayaan bahasa dan sastra tutur masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah perlu terus dihidupkan agar tidak terpinggirkan di tengah perubahan zaman. Pelestarian bahasa daerah dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan budaya lokal sekaligus menopang kebudayaan Indonesia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palangka Raya, Muhamad Setiadi Hidayat, mengatakan Kalimantan Tengah memiliki warisan sastra lisan yang kaya, mulai dari peribahasa hingga syair-syair yang mengandung kearifan lokal.
Menurutnya, warisan tersebut bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan bagian dari identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Di Kota Palangka Raya kita diwarisi kekayaan bahasa dan sastra tutur daerah yang luar biasa, khususnya dari kebudayaan Dayak. Sastra lisan, peribahasa hingga syair-syair kearifan lokal adalah peninggalan leluhur yang harus terus kita hidupkan,” ujar Setiadi dalam sambutannya pada pembukaan Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 di Palangka Raya, Senin, 26 Oktober 2026.
Ia menegaskan, pelestarian bahasa daerah harus berjalan seiring dengan penguatan penggunaan bahasa Indonesia dan penguasaan bahasa asing. Ketiganya memiliki peran berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat yang semakin terbuka.
Setiadi mengingatkan pentingnya menjalankan amanat Trigatra Bangun Bahasa, yakni utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing. Prinsip tersebut menjadi pedoman agar masyarakat tetap memiliki identitas kebangsaan tanpa mengabaikan kekayaan bahasa lokal maupun kebutuhan berkomunikasi secara global.
Menurutnya, ketahanan budaya daerah merupakan salah satu fondasi yang menopang kebudayaan Indonesia. Karena itu, keberadaan sastra tutur dan kearifan lokal perlu mendapatkan ruang dalam kehidupan keluarga, pendidikan, dan komunitas masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum Semarak Bulan Bahasa dan Sastra sebagai kesempatan memperkuat kegiatan literasi sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan bahasa daerah kepada generasi muda.
Setiadi menilai keterlibatan keluarga, sekolah, dan komunitas sangat penting agar bahasa daerah tidak hanya dikenal sebagai warisan, tetapi juga tetap hidup dalam praktik komunikasi dan ekspresi budaya sehari-hari.
Semarak Bulan Bahasa dan Sastra 2026 diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan, termasuk karungut, yang menjadi salah satu bentuk seni tutur tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/H)









