BORNEONEWS, Sampit - Pembangunan Jembatan di Jalan Walter Condrad di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ditargetkan rampung pada Desember 2026. Jembatan yang sebelumnya menggunakan konstruksi kayu itu kini dibangun ulang dengan triple box culvert untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.
"Karena saya waktu pertama datang menengok anak yang kena perundungan itu ternyata jembatannya rusak, tapi sudah diprogramkan oleh Bina Marga. Makanya sudah mulai dikerjakan," kata Halikinnor, Senin, 26 Oktober 2026.
Dirinya meninjau pembangunan jembatan tersebut. Saat itu ekskavator sedang dikerahkan untuk membongkar total jembatan kayu, sehingga jalan di sekitarnya ditutup total.
Halikinnor menyebut, berdasarkan informasi dari Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim, pekerjaan tersebut ditargetkan selesai pada tahun ini.
"Jadi itu jembatan kayu diganti menjadi triple box culvert, sehingga tidak ada masalah lagi untuk jembatan itu," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama mengatakan, pekerjaan pembangunan Jembatan Walter Condrad sudah dimulai setelah kontrak ditandatangani.
"Sudah dimulai pelaksanaan pekerjaannya. Minggu kemarin kontrak, saat ini sudah pelaksanaan, langsung dilaksanakan di lapangan. Mudah-mudahan estimasinya akhir tahun ini, Desember, sudah selesai," kata Mentana.
Jembatan Walter Condrad menjadi salah satu prioritas karena kondisinya sebelumnya mengalami kerusakan berat dan berpotensi membahayakan masyarakat yang melintas.
Kondisi jembatan kayu tersebut memang sudah memprihatinkan. Lantainya tidak rata, sementara material kayunya telah berusia tua. Kerusakan itu dikhawatirkan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
"Jembatan itu menjadi prioritas. Kita tahu sendiri bahwa kondisi jembatan itu rusak berat kemarin, itu membahayakan pengguna jalan. Makanya itu sudah diprogramkan dari awal," jelasnya.
Pembangunan Jembatan Walter Condrad memiliki nilai kontrak sebesar Rp1,6 miliar. Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Rona Persada dengan masa pelaksanaan mulai 13 Oktober hingga 21 Desember 2026.
Melalui pembangunan tersebut, konstruksi kayu lama akan diganti dengan triple box culvert. Penggantian konstruksi ini diharapkan dapat mengatasi kerusakan jembatan sekaligus meningkatkan keamanan akses masyarakat. (DEWI PATMALASARI/H)









