BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Aktivitas penambangan liar, seperti yang terjadi di Sungai Sekonyer, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), dapat dipastikan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Kesehatan lingkungan dan manusia, serta keanekaragaman hayati bakal jadi korbannya.
Dekan Fakultas Pertanian, Universitas Antakusuma (Untama) Geger Suharmono menyebut, pencemaran yang terjadi di ekosistem sungai jangan hanya diindikasikan dari ada-tidaknya kematian ikan dan biota sungai lainnya. Suatu sungai sudah dapat dianggap mengalami pencemaran, apabila kondisi alaminya telah terjadi perubahan, baik perubahan fisik, sifat maupun hayatinya.
"Jadi jangan karena tidak ada ikan yang mati, lalu dianggap belum tercemar. Itu salah. Apalagi di sungai itu ada pertambangan. Walaupun tidak menggunakan zat kimia, pertambangan sudah pasti mengakibatkan pencemaran. Apalagi menggunakan air raksa dan lain-lain," kata Geger, Sabtu (4/2/17).
Geger memaparkan, aktivitas tambang di sungai, dipastikan akan mengakibatkan terjadinya pembongkaran organik di dasar sungai. Hal tersebut akan menyebabkan plankton dan bentos, yang merupakan makanan utama ikan dan udang di dasar sungai mati.
Hal tersebut berpengaruh pada rantai makanan. Tak heran bila keanekaragaman hayati di alur sungai yang ada aktivitas pertambangan, cenderung lebih miskin dibanding di alur sungai lain.
"Tahun 2008, saya pernah melakukan penelitian di Sungai Sekonyer. Dan keanekaragaman hayati di simpang kanan dan yang simpang kiri berbeda. Lebih banyak di simpang kanan. Di simpang kanan masih banyak jenis ikan dan udangnya. Bahkan ada siput dan benih capung. Di simpang kiri masih ada ikan dan udang. Tapi itu jenis yang tertentu yang memang hidupnya di tempat tercemar," beber Geger. (RADEN ARIYO/B-10)
Jangan Tunggu Ada Ikan Mati untuk Pastikan Sungai Tercemar
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wamenaker: Standar Kompetensi yang Jelas Dukung Pengembangan SDM
Kabid SMP Dinas Pendidikan Palangka Raya Tekankan Evaluasi PJJ dan Penguatan Tata Kelola Sekolah
Kadinkes Kotim Tegaskan Belum Temukan Kasus Penyakit yang Spesifik Disebabkan Karhutla
Karhutla Hebat Kepung Jalan Pintas Sambangan Tanah Laut
Bunda FAD Seruyan Sampaikan 3 Pesan Penting untuk Cegah Bullying
Aksi Penyelundupan Kayu hasil Pembalakan Liar di Gagalkan TNI AL
Komentar (0)
Memuat komentar…







