BORNEONEWS, Sampit - Hingga saat ini, banyak potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang masih bisa dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus membuka peluang bagi siapa saja pengusaha yang ingin mengembangkan potensi tersebut.
"Potensi SDA di Kotim cukup banyak, namun yang perlu dilakukan saat ini adalah pengembangannya, sehingga bisa meningkatkan ekonomi masyarakat dan tentunya pendapatan bagi daerah ini," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor, Jumat (6/4/2018).
Dirinya menerangkan, ada sejumlah potensi yang bisa dikembangkan lebih baik lagi. Di antaranya adalah rotan yang hingga saat ini masyarakat hanya menjual mentahnya saja. Padahal rotan bisa dikembangkan atau diolah menjadi sesuatu yang menarik sehingga bernilai jual tinggi.
Selain itu ada juga karet yang dijual mentahnya saja sehingga keuntungan yang didapat masyarakat juga kurang tinggi. Tidak hanya itu, ada potensi lainnya yakni kelapa dalam. Saat ini pemanfaatan untuk ekonomi hanya dengan cara menjual buahnya saja.
Padahal hampir semua baik itu pohon, batok, hingga serabut kelapa bisa dimanfaatkan untuk menjadi sesuatu yang bernilai jual tinggi. "Seperti kelapa, serabutnya saja bisa diolah menjadi keset atau bahkan jok kendaraan. Namun itu masih belum bisa dilakukan di Kotim ini," kata Halikinnor.
--page
Dengan adanya hal itu, maka pihak pemerintah sendiri mencari terobosan untuk mendatangkan sejumlah pengusaha agar bisa memberikan pembelajaran dalam pengolahan potensi tersebut. Selain itu bisa dipasarkan ke luar daerah.
"Sudah ada sejumlah pengusaha datang ke Kotim untuk melihat potensi itu, bahkan kemarin pemerintah Kota Kediri yang diwakili Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja serta Dinas Penanaman Modal dan Investasi bersama Kamar Dagang dan Industri (Kadin) datang ke Sampit untuk membicarakan potensi SDA di Kotim ini," kata Halikinnor.
Pihaknya tertarik untuk melakukan kerjasama perdagangan dan pengembangan UMKM di daerah ini. Sehingga nantinya produk lokal masing-masing daerah bisa dijual baik itu di Kotim maupun di Kota Kediri. Dalam waktu dekat akan ada pertemuan kembali antara pemerintah, dan para pengusaha di kedua daerah ini, terkait perdagangan antar pulau tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)








