BORNEONEWS, Palangka Raya – Pembalakan liar yang merambah kawasan hutan di Taman Nasional Sebangau (TNS) sungguh keterlaluan. Pasalnya, terjadinya tak jauh dari pusat Ibukota Kalteng, yaitu di Tjilik Riwut Km 17 dan Km 23 Palangka Raya.
Penjabat Sekda Kalteng Fahrizal Fitri angkat bicara, menyesalkan kejadian tersebut seraya meminta pengawasan lebih diperketat oleh tim pengamanan wanalaga.
“Meminta agar pengawasan hutan diperketat, itu adalah hutan konservasi yang tidak boleh ditebang. TNS harus dijaga, perlu patroli rutin,” tandas Fahrizal, Sabtu (12/5/2018).
Pembalakan liar di TNS di jalan Tjilik Riwut Km 17 dan Km 23, ditemukan total ada 11,072 m3 kayu olahan. Hutan yang dilindungi tersebut dirambah dan dirusak. Tim gabungan menemukan kayu sudah dalam bentuk papan dan balok.
Di Km 17, aparat gabungan menemukan papan dan balok sedangkan di Km 23 menemukan 648 kayu cerucuk. Kayu sebanyak 11,072 m3 itu akhirnya dimusnakan petugas Balai TNS, Balai Gakkum LH seksi I wilayah Kalimantan, dan pihak kepolisian.
--page
Ia mengakui, selain dua titik tersebut masih ada upaya ilegal loging. Namun Fahrizal mengatakan hanya kecil-kecil saja. Meski demikian, harus ada penindakan karena yang namanya taman nasional, adalah kawasan yang dilindungi dari aktivitas pengerusakan hutan. (ROZIQIN/B-5)








