JAKARTA –

BORNEONEWS, Teheran – Iran menyatakan siap mengubah pendekatan militernya jika Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap negara tersebut.

Pernyataan itu disampaikan anggota parlemen Iran Feda Hossein Maleki yang menyebut Teheran terus memantau aktivitas militer AS di kawasan, termasuk di sekitar Selat Hormuz.

“Kami memantau tindakan Amerika di kawasan dan sekitar Selat Hormuz. Kami telah menyampaikan kepada pihak AS bahwa jika mereka ingin memulai perang lagi, Iran akan menggunakan opsi baru,” kata Maleki kepada RIA Novosti.

Menurut dia, opsi tersebut dapat mencakup perubahan pola operasi, pendekatan taktis, hingga penggunaan metode baru dalam menghadapi AS.

Maleki bahkan menyebut taktik itu berpotensi mengejutkan kalangan militer internasional, sebagaimana kemampuan rudal Iran yang sebelumnya menjadi perhatian dunia.

Pernyataan tersebut muncul di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya mereda antara Iran dan Amerika Serikat.

Sejumlah laporan media juga menyebut AS mulai mengurangi sebagian personel militer dan diplomatiknya di Timur Tengah. Namun, Pentagon dilaporkan belum memberikan penjelasan rinci mengenai langkah tersebut.

Ketegangan kedua negara meningkat sejak serangkaian serangan pada awal 2026 yang kemudian dibalas Iran.

Upaya meredakan konflik sempat dilakukan melalui kesepahaman penghentian permusuhan pada pertengahan tahun. Namun, situasi kembali memanas setelah kedua pihak kembali terlibat serangan.

Hingga kini, belum ada tanda bahwa ketegangan antara Washington dan Teheran benar-benar berakhir.

SUMBER: ANTARA