BORNEONEWS, Palangka Raya – Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Kota Palangka Raya sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah terus menunjukkan tren positif.
Hal ini tercermin dari berbagai indikator ekonomi daerah, termasuk tingkat inflasi yang masih berada dalam batas terkendali.
Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), laju inflasi tahunan di Palangka Raya tercatat sebesar 3,31 persen pada Desember 2025. Angka tersebut merupakan yang tertinggi di Kalimantan Tengah, namun masih berada dalam koridor yang aman dan terkendali, sehingga tidak menimbulkan tekanan signifikan terhadap daya beli masyarakat.
Fairid menjelaskan, kondisi ini mencerminkan adanya dinamika harga kebutuhan pokok yang wajar, terutama menjelang momentum besar seperti Ramadan dan Idul Fitri. Pemerintah Kota terus memantau perkembangan harga agar tidak terjadi lonjakan yang dapat memberatkan masyarakat.
“Ini menunjukkan dinamika harga kebutuhan pokok yang harus kita antisipasi bersama agar masyarakat tetap nyaman menjalani ibadah puasa dan menyambut Idul Fitri,” ujar Fairid, Kamis, 19 Februari 2026.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
Lebih lanjut, Pemko Palangka Raya terus melakukan berbagai langkah strategis, seperti pemantauan harga di pasar tradisional, memastikan kelancaran distribusi barang, serta menjaga ketersediaan bahan pokok.
"Langkah ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak terkendali," tambahnya.
Fairid berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan inflasi yang tetap terkendali dan distribusi kebutuhan pokok yang lancar, masyarakat diharapkan dapat menjalani ibadah Ramadan dengan tenang serta menyambut Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan dan rasa aman secara ekonomi. (MARINI/H)









