PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, memberikan perhatian serius terhadap situasi geopolitik di Timur Tengah yang saat ini tengah mengalami eskalasi ketegangan.

Mengingat wilayah tersebut merupakan pusat pelaksanaan ibadah haji dan umrah, ia meminta seluruh pihak terkait di Kota Cantik untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini diambil guna memastikan keselamatan dan kenyamanan warga Palangka Raya yang berencana atau sedang berada di tanah suci.

Secara khusus, Fairid mengimbau seluruh agen travel haji dan umrah yang beroperasi di wilayahnya untuk lebih proaktif dalam memantau perkembangan terkini.

Para penyelenggara perjalanan ibadah diharapkan selalu memperbarui informasi melalui pemberitahuan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah maupun kementerian terkait lainnya.

Hal ini sangat krusial agar regulasi terbaru mengenai jadwal penerbangan maupun prosedur keamanan dapat segera disampaikan kepada para jemaah.

"Ketepatan informasi adalah kunci dalam situasi seperti ini. Saya meminta para agen travel tidak hanya menunggu, tetapi aktif berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait regulasi haji dan umrah" ujar Fairid, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menekankan bahwa keselamatan nyawa jemaah harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan komersial.

Selain kepada penyedia jasa, Wali Kota juga memberikan pesan langsung kepada masyarakat luas.

Ia meminta warga Palangka Raya yang memiliki rencana keberangkatan dalam waktu dekat untuk sementara waktu menahan diri. Fairid menyarankan agar keberangkatan dijadwalkan ulang hingga kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah dinyatakan benar-benar kondusif oleh pemerintah pusat dan otoritas internasional.

Langkah imbauan ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan dini (early warning) agar masyarakat tidak mengalami kerugian materiil maupun non-materiil.

Fairid memahami kerinduan umat untuk beribadah ke tanah suci sangat besar, namun situasi konflik bersenjata memerlukan sikap bijak dan kesabaran dalam mengambil keputusan keberangkatan demi keselamatan bersama.

Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya akan terus menjalin komunikasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat guna memantau arus jemaah asal daerah.

"Saya berharap situasi global segera membaik sehingga aktivitas ibadah rutin ke Arab Saudi dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi kekhawatiran akan dampak eskalasi konflik di kawasan tersebut," pungkasnya. (PATHUR/H)