PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Palangka Raya (UPR). Sinergi ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama sekaligus peluncuran Pusat Studi Kepolisian di lingkungan kampus UPR pada Selasa, 10 Maret 2026.

Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan, menegaskan bahwa pembentukan pusat studi ini adalah upaya nyata Polri untuk mewujudkan kinerja yang lebih profesional, strategis dan berkeadilan.

Menurutnya, institusi kepolisian sangat membutuhkan masukan dari para akademisi agar pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan tanpa kendala serta selaras dengan dinamika sosial masyarakat yang terus berubah.

"Kita ingin kolaborasi antara akademisi dan praktisi ini menghasilkan masukan konstruktif bagi kepolisian, khususnya di Polda Kalteng. Banyak hal yang akan dikaji, mulai dari penelitian masalah di lapangan hingga langkah-langkah strategis dalam menjalankan tugas," ujar Irjen Pol Iwan Kurniawan.

"Kita tau terkait hukum adat di sini kuat, sehingga bagaimana pelaksanaan antara hukum positif dan hukum adat tidak terjadi benturan. Kita minta masukan dari kampus, sehingga akan ada solusi yang jadi rekomendasi untuk kepolisian dalam mengambil langkah yang tepat," tuturnya.

Sementara itu, Rektor UPR, Salampak Dohong menyambut baik kepercayaan tersebut dan menilai pembentukan Pusat Studi Kepolisian sebagai momentum luar biasa untuk menerapkan pendekatan multidisiplin ilmu.

Ia menjelaskan bahwa kajian nantinya tidak hanya terbatas pada ilmu kepolisian murni, tetapi juga menyentuh aspek pembangunan masyarakat luas, seperti pendampingan keilmuan pada program ketahanan pangan melalui KKN tematik mahasiswa.

Sebagai penutup, Prof. Salampak menekankan pentingnya cara pandang yang komprehensif dan berkelanjutan (sustainable) dalam melihat persoalan daerah.

"Peluncuran ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam hubungan kepolisian dan dunia pendidikan di Bumi Tambun Bungai, guna menciptakan rasa aman yang didasari oleh kajian ilmiah yang kuat dan tetap menghargai kearifan lokal," pungkasnya. (PATHUR/y)