PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah dalam mendorong pengembangan potensi unggulan daerah melalui Program Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) Tahun 2026 yang berfokus pada komoditas buah naga.

Menurut Fairid, langkah kolaboratif yang melibatkan pemerintah daerah, Lembaga Jasa Keuangan (LJK), pembudidaya, dan offtaker menjadi strategi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Ia menilai pengembangan komoditas buah naga tidak hanya membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama mendukung Program Pengembangan Ekonomi Daerah Kalimantan Tengah ini. Penandatanganan kerja sama hari ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi perekonomian daerah,” ujar Fairid dalam rilis OJK Kalteng pada Jumat, 22 Mei 2026.

Fairid juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Palangka Raya untuk terus mendukung penguatan UMKM melalui berbagai program strategis. Salah satunya yakni rencana peluncuran program pembiayaan bunga subsidi guna mempermudah pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

Menurutnya, akses pembiayaan yang lebih mudah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal.

Program Pengembangan Ekonomi Daerah tersebut sebelumnya diawali dengan berbagai tahapan penguatan ekosistem melalui Focus Group Discussion (FGD), kajian program, serta koordinasi bersama pemerintah daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), LJK, dan calon offtaker hingga akhirnya menetapkan buah naga sebagai komoditas unggulan Kalimantan Tengah tahun 2026.

Sejalan dengan implementasi program, pembiayaan kepada pembudidaya telah disalurkan oleh Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp6,5 miliar dan Bank Negara Indonesia sebesar Rp350 juta.

Selain itu, komoditas buah naga juga mulai disiapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Katingan dengan total penyediaan mencapai 440 kilogram.

Fairid berharap sinergi seluruh pihak dapat terus diperkuat agar pengembangan komoditas buah naga mampu menjadi model penguatan ekonomi daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)