BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan, membeberkan data jumlah hewan kurban yang berhasil dikumpulkan oleh keluarga besar Polri di lingkungan Polda Kalteng beserta seluruh jajarannya pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini.
Ia mencatat adanya peningkatan jumlah hewan kurban yang cukup besar dibandingkan periode sebelumnya, yang menjadi cerminan semangat berbagi yang terus tumbuh di kalangan aparat keamanan.
Rincian jumlah hewan kurban tersebut dijelaskan secara terperinci oleh Kapolda. Berdasarkan data yang dihimpun, di lingkungan Markas Besar Polda Kalteng sendiri terkumpul sebanyak 53 ekor sapi dan 8 ekor kambing.
Sementara itu, sumbangan yang berasal dari seluruh satuan wilayah atau Polres di jajaran Polda Kalteng mencapai 140 ekor sapi dan 45 ekor kambing. Apabila dijumlahkan secara keseluruhan, total hewan kurban yang disiapkan dan disumbangkan tahun ini mencapai 193 ekor sapi dan 53 ekor kambing.
"Di Mapolda Kalteng terkumpul 53 ekor sapi dan 8 ekor kambing. Jika ditotal dengan sumbangan dari seluruh Polres jajaran yang mencapai 140 ekor sapi dan 45 ekor kambing, maka keseluruhan ada 193 ekor sapi dan 53 ekor kambing," urai Irjen Iwan Kurniawan, Kamis, 28 Mei 2026.
Kapolda menegaskan bahwa seluruh daging hasil penyembelihan hewan kurban tersebut nantinya akan segera didistribusikan dan disalurkan kepada masyarakat yang berhak dan membutuhkan.
Penyaluran akan dilakukan secara merata dan menyeluruh mencakup seluruh wilayah hukum kepolisian di Provinsi Kalimantan Tengah, agar keberkahan dan manfaat dari ibadah kurban ini dapat dirasakan langsung oleh warga di berbagai daerah.
Lebih dalam, Irjen Iwan Kurniawan juga menyampaikan makna filosofis di balik pelaksanaan ibadah kurban ini.
Menurutnya, perayaan Idul Adha bukan sekadar rutinitas atau ritual tahunan semata, melainkan momen penting untuk merefleksikan kembali tingkat kepatuhan dan ketaatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjadi sarana memperkuat rasa kepedulian sosial dan persaudaraan antar sesama manusia.
Nilai keikhlasan, pengorbanan, dan cinta kasih yang terkandung di dalamnya diharapkan mampu semakin mempererat hubungan dan kedekatan emosional antara institusi Polri dengan masyarakat luas.
Di akhir pernyataannya, Kapolda menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.
Ia ingin menunjukkan bahwa anggota kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, ketertiban, dan menegakkan hukum, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta jiwa religius yang kokoh dan kuat dalam menjalankan ajaran agama.
"Kita ingin menunjukkan bahwa anggota kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga punya kepedulian sosial dan jiwa religius yang tinggi," pungkasnya. (PATHUR/H)









