PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ketua DPRD Kotawaringin Barat (Kobar) Mulyadin menilai pemadaman listrik bergilir yang terjadi belakangan ini memberikan dampak besar terhadap masyarakat. Tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut juga membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kesulitan menjalankan usahanya.

Menurut Mulyadin, Sabtu, 11 Juli 2026 listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital. Karena itu, ketika aliran listrik terhenti, berbagai aktivitas masyarakat ikut lumpuh, mulai dari kegiatan ekonomi hingga proses belajar mengajar.

"Tentunya sangat terganggu. Sangat terganggu ini. Anak-anak kita juga proses belajar mengajar menjadi terganggu. Kegiatan-kegiatan kita menjadi terganggu karena memang listrik ini kan sekali lagi kebutuhan dasar yang sangat vital," jelas Mulyadin.

Mulyadin mengatakan, dampak pemadaman juga dirasakan oleh rumah tangga yang mengandalkan pompa air atau sumur bor sebagai sumber air bersih. Saat listrik padam, masyarakat tidak dapat mengoperasikan pompa air sehingga aktivitas sehari-hari menjadi terhambat.

"Banyak juga rumah-rumah tangga yang menggunakan sumur-sumur bor. Ketika listrik mati, ya sudah, tidak bisa apa-apa," jelas Mulyadin.

Mulyadin mengatakan, pelaku UMKM menjadi salah satu kelompok yang paling terdampak. Banyak usaha yang mengandalkan peralatan listrik untuk produksi maupun pelayanan kepada pelanggan sehingga pemadaman berpotensi menimbulkan kerugian.

Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian sehingga pasokan listrik di Kobar dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat maupun dunia usaha tidak lagi terganggu. (WAHYU KRIDA/Y)