PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merespons positif aksi penyampaian aspirasi masyarakat melalui pemasangan spanduk di pagar gedung DPRD yang berisi keluhan terkait pemadaman listrik bergilir dan antrean panjang BBM di SPBU.

Ketua DPRD Kobar Mulyadin, Jumat, 31 Juli 2026 mengatakan pihaknya tidak mempersoalkan cara masyarakat menyampaikan kritik selama dilakukan dengan baik. 

Menurutnya, aspirasi tersebut justru menjadi masukan penting bagi DPRD untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan fungsi pengawasan.

"Kami menyambut baik. Memang ada berbagai macam cara masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya, salah satunya melalui spanduk seperti yang kita baca kemarin. Kami mengapresiasi penyampaian aspirasi dari masyarakat ini," jelas Mulyadin.

Mulyadin mengatakan, kritik yang disampaikan masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah dan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh anggota DPRD.

"Kami berterima kasih karena ini adalah bentuk kritik yang disampaikan kepada kami, dan ini menjadi bahan evaluasi bagi kami di DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat," jelas Mulyadin.

Menurut Mulyadin, DPRD tidak tinggal diam menyikapi persoalan yang menjadi keluhan masyarakat. Dua persoalan utama yang saat ini menjadi perhatian adalah pemadaman listrik bergilir dan antrean panjang kendaraan di SPBU.

Mulyadin mengatakan DPRD telah melakukan berbagai langkah, mulai dari memanggil pihak PLN, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, hingga berkomunikasi dengan Pertamina dan aparat penegak hukum untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

"Kami tidak tinggal diam. Persoalan yang dikeluhkan masyarakat sudah kami tindak lanjuti sesuai dengan kewenangan DPRD melalui koordinasi dengan berbagai pihak," jelas Mulyadin.

Mulyadin berharap masyarakat tetap menyampaikan aspirasi secara santun dan konstruktif sehingga dapat menjadi masukan dalam memperbaiki pelayanan publik di Kabupaten Kobar. (WAHYU KRIDA/j)