BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Tengah 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai 2 Oktober 2026 berpotensi mengalami penundaan akibat kondisi kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut.
Ketua DPRD Kobar Mulyadin, Kamis, 17 September 2026 mengatakan, penundaan tersebut berkaitan dengan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kobar.
Pemerintah daerah bersama tim penanggulangan karhutla hingga kini masih melakukan upaya pemadaman.
"Kita mendapatkan pemberitahuan dari pihak KONI bahwa pelaksanaan Porprov yang seyogianya dimulai 2 Oktober 2026 ini ada kemungkinan besar dilakukan penundaan. Ini akibat situasi dan kondisi dampak dari kebakaran hutan dan lahan," jelas Mulyadin.
Kobar yang diwacanakan menjadi tuan rumah Porprov 2026 masih diselimuti asap cukup tebal. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan karena pelaksanaan pertandingan olahraga melibatkan atlet dari berbagai daerah.
"Kita sangat memaklumi atas keputusan tersebut. Tidak mungkin juga kita melaksanakan kegiatan olahraga di tengah situasi dan kondisi cuaca kita yang diselimuti asap cukup tebal. Ini juga akan mengganggu kesehatan atlet maupun dalam rangka meraih prestasi," jelasnya.
Mulyadin menyebut berdasarkan penyampaian Gubernur Kalimantan Tengah saat melakukan kunjungan kerja ke Kobar, pelaksanaan Porprov akan dijadwalkan kembali. Opsi waktu pelaksanaan diperkirakan pada akhir Oktober atau awal November 2026.
Namun menurut Mulyadin, kepastian jadwal tersebut masih bergantung pada perkembangan kondisi cuaca, terutama kabut asap di wilayah Kobar.
"Penundaan pelaksanaan Porprov dimaksud akan dijadwalkan ulang. Kemungkinan besar bisa kita laksanakan di akhir bulan Oktober atau awal November. Itu pun juga masih tergantung situasi dan kondisi cuaca, terutama kabut asap yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat," jelasnya.
Di sisi lain penundaan juga berdampak terhadap kesiapan atlet Kobar yang telah menjalani persiapan menghadapi ajang tersebut. Meski demikian, Mulyadin menilai tambahan waktu dapat dimanfaatkan atlet yang masih membutuhkan persiapan.
"Hal ini tentunya berdampak terhadap kesiapan-kesiapan atlet. Di satu sisi atlet-atlet kita sudah siap, namun ada segi positifnya juga bagi atlet-atlet kita yang memang belum siap. Mereka masih punya kesempatan untuk dapat berlatih dan berlatih lagi," jelasnya.
Selain kesiapan atlet, DPRD Kobar juga menyoroti kesiapan sarana dan prasarana pertandingan. Mulyadin menyebut masih terdapat sejumlah venue yang dalam tahap pengerjaan.
"Kita melihat kesiapan sarana prasarana, ini juga masih ada yang dalam tahap pengerjaan. Kami berharap sesuai dengan target pelaksanaan kegiatan proyek dimaksud harus sesuai dengan waktu yang telah ditentukan," jelasnya..
Mulyadin mengatakan, dengan adanya penundaan, Mulyadin berharap venue yang sedang disiapkan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga nantinya dapat digunakan untuk latihan para atlet sebelum Porprov digelar.
"Sehingga nanti walaupun ini ada pengunduran, venue-venue yang ada ini bisa dilaksanakan, bisa digunakan untuk latihan-latihan bagi para atlet," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









