SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap masih menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Jumat siang, 18 September 2026. Kondisi tersebut membuat jarak pandang pada siang hari hanya mencapai 150 meter.

Prakirawan BMKG Stamet H Asan Kotim, Rahmat Wahidin Abdi, mengatakan kabut asap terutama dipengaruhi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut diperparah awan yang cukup tebal dan kecepatan angin yang rendah.

"Penyebabnya yang utama pasti karena adanya karhutla, didukung dengan kondisi awan yang cukup tebal dan kecepatan angin yang rendah sehingga asap tidak bisa tersebar ataupun naik ke lapisan atas," kata Rahmat.

Berdasarkan pengamatan BMKG dari Kantor BMKG Kotim, jarak pandang aktual pada pukul 11.06 WIB hanya sekitar 150 meter.

"Jarak pandang aktual sekarang 150 meter yang kami amati dari Kantor BMKG Kotim," ujarnya.

Rahmat menjelaskan, hujan yang terjadi sehari sebelumnya tidak berpengaruh terhadap kondisi kabut asap yang terjadi pada Jumat.

"Tidak ada pengaruh hujan kemarin dengan kabut asap sekarang," tegasnya.

Sementara itu, kondisi cuaca di Kotim pada Jumat diprakirakan tidak berpotensi hujan. Cuaca diperkirakan cerah hingga berawan.

"Untuk hari ini tidak ada potensi hujan, hanya cerah hingga berawan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)