PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Menghadapi kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Palangka Raya, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan menyiapkan layanan Rumah Oksigen di 43 titik yang tersebar di berbagai wilayah kota.

Layanan tersebut disiapkan sebagai bentuk pertolongan pertama bagi masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan kabut asap, sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan mengatakan program Rumah Oksigen telah dicanangkan sejak Juli lalu.

Langkah ini dilakukan seiring kondisi kabut asap yang semakin pekat serta mempertimbangkan pengalaman penanganan kabut asap pada tahun-tahun sebelumnya.

"Sehubungan dengan kabut asap yang saat ini luar biasa, Pemerintah Kota sesuai arahan pimpinan melalui Dinas Kesehatan membuka Rumah Oksigen. Dalam rangka jika di tengah masyarakat ada yang membutuhkan, ada yang mengalami sesak, batuk, pilek. Itu salah satu pertolongan pertama yang bisa kita lakukan kepada masyarakat sebelum yang bersangkutan dirujuk ke rumah sakit untuk dilakukan pengobatan lebih lanjut," ujar Riduan, Kamis 24 September 2026.

Menurut Riduan, peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) juga menjadi salah satu indikator yang mendasari penyediaan layanan tersebut.

43 Titik Tersebar di Puskesmas dan Kelurahan

Sesuai arahan Wali Kota Palangka Raya, Dinas Kesehatan telah menyiapkan 43 titik Rumah Oksigen yang tersebar di 11 Puskesmas, Puskesmas Pembantu (Pustu), serta sejumlah kelurahan di wilayah Kota Palangka Raya.

Setiap titik Rumah Oksigen dilengkapi tabung oksigen untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernapasan. Sebagian besar lokasi memiliki dua tabung oksigen, sementara beberapa lokasi lainnya tersedia satu tabung.

Keberadaan titik-titik tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh pertolongan awal, terutama bagi warga yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Libatkan Tenaga Kesehatan dan Mahasiswa

Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Dinas Kesehatan mengerahkan tenaga kesehatan dari Puskesmas sesuai wilayah kerja masing-masing.

Selain tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan juga menggandeng Universitas Eka Harap dengan melibatkan mahasiswa tingkat akhir untuk membantu pelayanan di sejumlah Rumah Oksigen.

Layanan ini disiapkan untuk beroperasi selama 24 jam sehingga masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat memperoleh akses layanan kapan saja. "Layanan oksigen gratis untuk semua warga Kota Palangka Raya," tegasnya.

Dengan tersedianya 43 titik Rumah Oksigen, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan akibat kabut asap dapat segera memperoleh pertolongan awal sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut apabila diperlukan. (ROKIM)