BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis, 24 September 2026. Kondisi yang terasa sejak siang hingga sore itu justru semakin pekat pada waktu yang biasanya kabut asap mulai menipis.
Pantauan Borneonews di sejumlah ruas jalan utama Kuala Kapuas, seperti Jalan Ahmad Yani, Tambun Bungai dan Pemuda, menunjukkan jarak pandang cukup terbatas. Dalam kondisi tertentu, jarak pandang di sejumlah titik diperkirakan hanya berkisar 10 hingga 30 meter.
Pekatnya asap juga terasa langsung saat berada di luar ruangan. Bau asap menyengat, sementara mata terasa perih dan udara menjadi kurang nyaman untuk dihirup. Kondisi tersebut berlangsung ketika aktivitas masyarakat masih cukup tinggi, termasuk saat jam pulang sekolah dan waktu istirahat pekerja kantoran.
Di tengah kondisi itu, masih terlihat warga yang beraktivitas di luar ruangan tanpa menggunakan masker. Padahal, paparan asap yang semakin pekat membuat masyarakat perlu meningkatkan perlindungan diri, terutama ketika harus berada di luar rumah dalam waktu cukup lama.
"Untuk siangnya, ini sepertinya terasa lebih parah dari kemarin," ungkap Musri, warga Kapuas.
Kondisi tersebut sejalan dengan pembaruan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang dipublikasikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kapuas pada Kamis, 24 September 2026. Data pada pukul 10.00 WIB menunjukkan ISPU mencapai 325 dengan parameter utama PM2.5, yang masuk kategori berbahaya.
Kabut asap yang semakin terasa di Kuala Kapuas terjadi di tengah masih maraknya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar. Laporan kejadian juga meningkat di wilayah Dadahup serta Kapuas Hilir dan Kapuas Timur, yang secara geografis berada tidak jauh dari Kuala Kapuas. (SABRIANOOR/Y)









