BORNEONEWS, Palangka Raya — Sempat bersih dari kepungan asap selama sehari pada 28 September 2026 kemarin, udara di Kota Palangka Raya kembali diselimuti kabut asap pada Selasa, 29 September 2026.
Sejak pagi, asap berwarna kekuningan tampak mengepung Kota Palangka Raya. Kondisi tersebut membuat jarak pandang di beberapa ruas jalan terlihat berkurang, sementara aroma asap kembali tercium di tengah aktivitas warga.
"Baru kemarin sudah agak bersih, saya pikir beberapa hari ini anak-anak sudah bisa balik belajar di sekolah, kok hari ini pekat lagi kabut asapnya," ujar Dinda, salah seorang warga Kota Palangka Raya kepada Borneonews.
Kepulan asap diduga berasal dari sejumlah titik bekas kebakaran hutan dan lahan yang masih menyisakan bara. Meski api telah padam, beberapa bagian lahan masih mengeluarkan uap dan asap sehingga berpotensi kembali menyebar ke permukiman.
Pantauan di lapangan, sejumlah unit pemadam kebakaran terlihat melakukan penyiraman di kawasan Lintas Kalimantan, G Obos Ujung, Yos Sudarso Ujung hingga Tingang Ujung.
Penyiraman dilakukan pada sejumlah titik bekas terbakar yang masih mengeluarkan asap. Petugas tampak membasahi permukaan lahan untuk memastikan bara di dalam tanah tidak kembali memicu kebakaran.
Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan kebakaran lahan tidak berhenti setelah kobaran api berhasil dipadamkan. Bara yang masih tersimpan di dalam lahan dapat kembali menghasilkan asap, terutama ketika kondisi lahan dan cuaca mendukung.
Bagi warga Kota Palangka Raya, kemunculan kembali asap ini menjadi kondisi yang perlu diwaspadai. Pasalnya, sehari sebelumnya udara sempat relatif bersih sehingga aktivitas masyarakat dapat berlangsung tanpa kepungan asap.
Warga yang beraktivitas di luar ruangan kembali dihadapkan pada kondisi udara berasap. Penanganan di titik-titik bekas kebakaran pun terus dilakukan untuk mencegah asap semakin meluas dan memastikan bara api benar-benar padam. (TESTI PRISCILLA/H)









