KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kabut asap tebal yang membatasi jarak pandang diduga menjadi faktor tongkang pengangkut kayu menyenggol kapal feri yang sedang bersandar di dermaga Desa Lamunti, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB, Jumat, 2 Oktober 2026, di perairan DAS Kapuas. Tongkang TK Fadlun 9908 yang ditarik kapal tunda TB Fadlun 9907 menyenggol kapal feri Desa Lamunti hingga menyebabkan sisi lambung kanan kapal mengalami kerusakan dan kebocoran.

Berdasarkan kronologi awal yang disampaikan Kapolsek Mantangai, Ipda Jonika, rangkaian TB Fadlun 9907 dan TK Fadlun 9908 saat itu sedang melintas di alur DAS Kapuas wilayah Desa Lamunti. Saat melintas, tongkang tersebut menyenggol kapal feri yang berada dalam posisi bersandar di dermaga.

"Akibat kejadian tersebut, sisi lambung kanan kapal feri mengalami kerusakan dan kebocoran setelah terkena tongkang yang ditarik oleh Kapal TB Fadlun 9907. Kejadian tersebut diduga terjadi karena jarak pandang terbatas akibat kabut asap yang cukup tebal di sekitar lokasi kejadian," demikian keterangan dalam kronologi kepolisian.

Kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Jonika juga menyampaikan kondisi di lokasi setelah kejadian tetap aman dan terkendali.

"Korban nihil Mas," kata Jonika saat dikonfirmasi. Ia juga menambahkan bahwa situasi telah kondusif.

Penanganan lebih lanjut atas kecelakaan air tersebut diserahkan kepada Satpolairud Polres Kapuas. Jonika mengatakan pihaknya hanya menyampaikan kronologi awal yang diketahui di lapangan.

"Untuk tindak lanjut kasusnya Satpolairud Polres Kapuas yang pegang," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan kapal feri maupun kondisi TB Fadlun 9907 dan TK Fadlun 9908. Penyebab pasti kecelakaan juga masih menunggu hasil penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut. (SABRIANOOR/H)