BORNEONEWS, Sampit - Siyono berpeluang memimpin DPD Partai Golkar Kabupaten Kotawaringin Timur periode 2025-2030 setelah mengantongi dukungan 16 dari 22 pemegang hak suara menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Kotim.
Dukungan tersebut datang dari sejumlah Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar, Dewan Pertimbangan (Wantim), serta organisasi yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar. Perolehan dukungan itu memperkuat posisi Siyono setelah sebelumnya sempat menghadapi kendala persyaratan pencalonan.
Siyono sebelumnya dinilai belum memenuhi sejumlah persyaratan untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kotim. Salah satunya karena belum pernah menjadi pengurus Partai Golkar di semua tingkatan.
Namun kendala tersebut teratasi setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar menerbitkan persetujuan berupa diskresi yang memungkinkan Siyono maju dalam Musda.
Dari 22 pemegang hak suara, Siyono menyebut telah memperoleh dukungan dari 16 pihak. Dukungan tersebut berasal dari Wantim, 12 PK, serta organisasi sayap dan pendiri partai.
Ke-16 pemegang suara yang disebut memberikan dukungan yakni Wantim, PK Pulau Hanaut, PK Seranau, PK Mentaya Hilir Selatan, PK Kota Besi, PK Telawang, PK Baamang, PK Cempaga Hulu, PK Parenggean, PK Tualan Hulu, PK Mentaya Hulu, PK Antang Kalang, PK Bukit Santuai, Ketua Al-Hidayah, Ketua KPPG, dan Ketua HWK.
Sementara itu, total hak suara dalam Musda Golkar Kotim mencapai 22 suara. Komposisinya terdiri dari 17 PK kecamatan, satu suara DPD Golkar Provinsi Kalimantan Tengah, satu suara DPD Golkar Kotim, satu suara Wantim, satu organisasi pendiri, serta satu organisasi yang didirikan Partai Golkar.
Menanggapi dukungan tersebut, Siyono menyampaikan apresiasi kepada DPP Partai Golkar dan seluruh pemegang hak suara yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.
"Kita tinggal menunggu pelaksanaan Musda kapan. Kita siap maju, apalagi saat ini dorongan dan dukungan yang diberikan kepada kami sangat luar biasa, kami berterima kasih atas kepercayaan ini, mari kita jaga dan kawal hingga pelaksanaan Musda," kata Siyono, Selasa, 6 Oktober 2026.
Jika dipercaya memimpin Golkar Kotim, Siyono berkomitmen menyatukan seluruh kader setelah Musda. Ia menegaskan tidak ingin ada sekat antar-kader dalam menjalankan roda organisasi.
"Golkar harus menjadi rumah besar bagi seluruh kader. Tidak boleh ada sekat-sekat setelah Musda. Siapa yang memiliki niat membesarkan partai adalah sahabat perjuangan kita. Kami siap merangkul semua pihak untuk bersama-sama memperkuat Golkar Kotim," tegasnya.
Siyono menyebut tantangan Golkar Kotim ke depan tidak sebatas memenangkan kontestasi internal. Partai juga harus mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memperkuat kerja organisasi hingga tingkat bawah.
Mantan Camat Parenggean dan kepala desa tersebut menargetkan peningkatan perolehan suara Golkar, penambahan kursi di DPRD Kotim, serta kemenangan dalam pilkada dan agenda politik lainnya pada masa mendatang.
Penguatan struktur organisasi hingga desa dan kelurahan juga menjadi salah satu agenda yang akan didorong apabila dirinya terpilih sebagai Ketua DPD Golkar Kotim. “Golkar harus hadir memberikan solusi dan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya.
Sebelumnya, DPP Partai Golkar melalui surat Nomor B-1095/DPP/GOLKAR/VIII/2026 tertanggal 12 Agustus 2026 memberikan persetujuan kepada Siyono untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar Kotim.
Surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia tersebut diterbitkan setelah Siyono mengajukan permohonan diskresi karena belum memiliki pengalaman sebagai pengurus Partai Golkar di semua tingkatan.
Dalam pertimbangannya, DPP Partai Golkar memperhatikan komitmen Siyono sebagai pengusaha yang menyatakan kesanggupannya meningkatkan perolehan suara dan jumlah kursi Partai Golkar di DPRD Kotim.
DPP menegaskan pemilihan Ketua DPD tetap menjadi kewenangan peserta Musda sebagai pemegang hak suara yang sah. Proses pemilihan harus mengikuti mekanisme dan tata tertib organisasi Partai Golkar.
Pelaksanaan Musda Golkar Kotim sendiri hingga kini belum memiliki jadwal pasti. Agenda tersebut sebelumnya direncanakan berlangsung pada Juni 2026, kemudian mengalami penundaan hingga Agustus 2026. Namun, memasuki Oktober 2026, Musda belum juga terlaksana.
Dukungan terhadap pencalonan Siyono juga disampaikan PK Partai Golkar Cempaga Hulu. Ketua PK Cempaga Hulu Sugianto bersama jajaran menyatakan mendukung kebijakan DPP Partai Golkar terkait pemberian diskresi kepada Siyono.
Sugianto menilai keputusan tersebut dapat menjadi pedoman dalam proses pencalonan dan pelaksanaan Musda Golkar Kotim.
"Kami meyakini kebijakan ini diambil demi menjaga persatuan, kesatuan, dan kelancaran roda organisasi Partai Golkar di Kabupaten Kotim," ungkapnya.
PK Cempaga Hulu menyatakan siap mengikuti proses Musda berdasarkan keputusan dan ketentuan organisasi yang berlaku.
Dukungan serupa datang dari PK Partai Golkar Seranau. Ketua PK Seranau M Fahrurazi mengatakan dukungan kepada Siyono diberikan dengan harapan dapat memperkuat kekompakan serta membesarkan Partai Golkar di Kotim.
"Kita harus berakhlak dan bertata krama dalam menilai kemampuan dan kesadaran diri untuk membesarkan partai Golkar ini tanpa mengesampingkan calon yang lain," ujarnya.
Menurut Fahrurazi, pemberian diskresi diperlukan agar setiap figur yang dinilai memiliki kemampuan membesarkan partai memperoleh kesempatan yang sama dalam proses Musda.
Ia juga berharap aspirasi dari PK yang selama ini menjadi bagian dari struktur partai dapat dipertimbangkan dalam proses penentuan kepemimpinan Golkar Kotim.
"Kenapa suara dari berbagai PK tidak mau didengarkan, hanya karena orang yang belum tentu mewakili suara dan harapan PK yang sudah bersama dia puluhan tahun yang didapat cuma kekecewaan, kegagalan, dan kebohongan. Tambah satu suara adalah kemenangan, hilang satu adalah awal dari kekalahan," ungkapnya.
PK Seranau berharap panitia Musda memberikan ruang yang sama kepada Siyono untuk mengikuti proses pemilihan dan memperjuangkan visi membesarkan Partai Golkar di Kotim. (DEWI PATMALASARI/R)









