BORNEONEWS, Nanga Bulik - Setelah berbulan-bulan diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kota Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, akhirnya diguyur hujan yang cukup deras pada Senin 19 Oktober 2026 sekitar pukul 18.50 WIB.
Hujan yang turun setelah kabut asap menutupi kota sejak pagi hingga sore hari itu disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat.
Dalam beberapa waktu terakhir, kabut asap menjadi pemandangan yang akrab bagi warga Nanga Bulik. Kondisinya bahkan semakin pekat pada siang hingga sore hari, membuat masyarakat berharap hujan segera turun untuk membantu mengurangi asap yang menyelimuti wilayah tersebut.
Harapan itu akhirnya terjawab ketika hujan dengan intensitas lumayan deras mengguyur Kota Nanga Bulik pada malam hari.
Turunnya hujan menjadi momen yang melegakan bagi warga setelah seharian menghadapi kabut asap yang semakin pekat.
“Alhamdulillah, akhirnya hujan turun juga. Lumayan deras malam ini meskipun hanya 15 menitan setidaknya sudah membasahi jalan dan mengurangi debu, karena sudah berbulan-bulan kita merasakan kabut asap, apalagi hari ini dari pagi sampai sore semakin pekat. Semoga hujan ini bisa membantu mengurangi asap,” ujar salah seorang warga Nanga Bulik.
Warga tersebut mengaku bersyukur karena hujan yang turun memberikan harapan akan membaiknya kondisi udara.
Ia berharap hujan dapat berlangsung cukup lama sehingga membantu mengurangi kabut asap yang selama ini mengganggu kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas.
Meski hujan telah mengguyur kota, warga berharap kondisi udara di Nanga Bulik segera membaik dan kabut asap benar-benar berkurang.
Hujan malam itu menjadi momen yang disyukuri masyarakat, sekaligus membawa harapan akan udara yang lebih bersih setelah berbulan-bulan diselimuti kabut asap. (NATALIA KRISTIN/R)









