BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Hujan sempat turun di sejumlah kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin, 19 Oktober 2026. Namun, hujan yang berlangsung sekitar 15 menit itu tidak merata dan masih menyisakan titik api.
Relawan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), Deny Priyatna, mengatakan hujan turun sekitar pukul 14.00 WIB di area Beguruh, salah satu lokasi yang masih dalam penanganan kebakaran.
"Hujan 15 menitan kurang lebih, sekitar pukul 14.00 WIB. Tidak merata di seluruh kawasan," jelas Deny Priyatna.
Menurutnya, hujan yang turun di area Beguruh cukup membantu upaya pemadaman karena mampu memadamkan sebagian api. Meski demikian, masih terdapat titik api yang bertahan sehingga upaya penanganan kebakaran tetap harus dilanjutkan.
"Tadi hujan di area yang kami jaga, area Beguruh, dan lumayan memadamkan api, tapi masih ada yang masih hidup apinya," jelasnya.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Camp Pesalat. Deny menyebut hujan sama sekali tidak turun di kawasan tersebut sehingga upaya pemadaman masih diperlukan untuk mengendalikan kebakaran yang terjadi.
Hingga Senin, tim di lapangan masih melakukan pemadaman di tiga kawasan, yakni Sungai Buluh, Beguruh, dan Pesalat.
Penanganan dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak terus meluas di kawasan taman nasional yang menjadi habitat orangutan tersebut.
Selain pemadaman langsung di lapangan, upaya penanganan kebakaran juga dilakukan melalui water bombing atau pemadaman menggunakan penjatuhan air dari udara di kawasan Sungai Cabang.
Deny membenarkan bahwa kawasan Sungai Cabang sudah dapat dijangkau untuk penanganan melalui udara tersebut. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti waktu pelaksanaannya karena lokasi itu cukup jauh dari area yang dijaga timnya.
"Kami dapat informasi, di area Sungai Cabang sudah terjadi water bombing, namun kami kurang tahu jam berapa tadi. Soalnya jauh jaraknya dari lokasi yang kami jaga," jelasnya.
Hujan yang turun di sebagian kawasan TNTP diharapkan membantu mengurangi kobaran api. Namun, karena curah hujan belum merata dan masih terdapat api yang menyala, pemadaman di sejumlah titik tetap berlanjut. (WAHYU KRIDA/R)









