BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat dilaporkan semakin mendekati feeding camp Tanjung Harapan.
Berdasarkan informasi terakhir, Rabu, 21 Oktober 2026 jarak api diperkirakan sekitar 600 meter dari lokasi pemberian pakan orangutan tersebut.
Relawan Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), Deny Priyatna, mengatakan saat ini upaya pemadaman masih dilakukan untuk mencegah api menjalar hingga ke feeding camp Tanjung Harapan.
“Berdasarkan informasi terakhir, api sudah sekitar 600 meter dari feeding camp Tanjung Harapan,” jelasnya.
Menurutnya, lokasi yang terancam tersebut saat ini sedang ditangani oleh relawan dan berbagai instansi lain.
Mereka berupaya memadamkan api agar kebakaran tidak semakin meluas dan mendekati area penting bagi aktivitas konservasi orangutan.
"Selain di sekitar Tanjung Harapan, relawan juga melakukan pemadaman di jalur trekking yang berada di antara kawasan Beguruh dan Pesalat," jelasnya,
Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan api yang membakar vegetasi di kawasan tersebut. Pemadaman menjadi penting agar kebakaran tidak terus menjalar dan mengancam area konservasi di sekitarnya.
Deny menjelaskan, tim YOHK juga melakukan pemadaman di lahan konservasi milik yayasan tersebut yang turut terbakar. Lokasi kebakaran ini berada di luar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya dilakukan di dalam kawasan TNTP, tetapi juga di lahan konservasi di luar batas taman nasional.
Relawan terus berupaya memadamkan titik api di sejumlah lokasi sesuai kondisi di lapangan. Kedekatan api dengan feeding camp Tanjung Harapan menjadi perhatian karena kebakaran yang meluas berpotensi mengganggu upaya perlindungan habitat orangutan. (WAHYU KRIDA/R)









