KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Ruang Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah kerap dipandang sebagai tempat bagi murid yang bermasalah.

Aristanika, guru BK SMKN 2 Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, berupaya mengubah pandangan tersebut melalui layanan pendampingan yang lebih terbuka dan pemanfaatan teknologi digital.

Menurut Aristanika, ruang BK seharusnya menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk bercerita, mengenali potensi diri, belajar mengelola emosi, serta menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pendidikan.

“Sebagai guru BK, saya ingin mengubah pandangan bahwa ruang BK adalah tempat yang menakutkan atau hanya diperuntukkan bagi murid yang bermasalah,” jelas Aristanika.

Untuk mendukung pendekatan tersebut, ia mengembangkan inovasi layanan BK berbasis teknologi digital.

Sejumlah pendekatan yang digunakan meliputi pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), coding, aplikasi interaktif, dan game edukasi.

Pemanfaatan teknologi itu diharapkan dapat memperkaya cara guru mendampingi peserta didik. Pendekatan digital juga menjadi salah satu upaya untuk menyesuaikan layanan BK dengan perkembangan zaman dan kehidupan generasi muda.

Meski menggunakan teknologi, Aristanika menegaskan bahwa perangkat digital tidak dapat menggantikan peran guru, terutama dalam pendampingan yang membutuhkan empati dan pemahaman terhadap kondisi murid.

“Teknologi bukan untuk menggantikan peran guru, terlebih peran guru BK yang membutuhkan empati, kehadiran, dan hubungan manusiawi,” tuturnya.

Menurut dia, teknologi seharusnya membantu membuka cara-cara baru dalam mendampingi murid, bukan menghilangkan interaksi langsung. Hubungan antara guru dan peserta didik tetap menjadi bagian penting dalam membantu mereka mengenali diri dan menemukan solusi atas tantangan yang dihadapi.

Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari kiprah Aristanika sebagai guru BK SMKN 2 Kuala Kapuas.

Ia juga aktif dalam pengembangan profesi melalui perannya sebagai Ketua PGRI SLCC Kabupaten Kapuas, Wakil Ketua Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling Kabupaten Kapuas, serta tutor online di Universitas Terbuka.

Pada 8 Oktober 2026, Aristanika meraih Juara I kategori Guru SMK sekaligus predikat Guru Terbaik dalam Seleksi GTK Berprestasi Provinsi Kalimantan Tengah yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah.

Ia berharap inovasi yang dikembangkan dapat menginspirasi guru lain, khususnya guru BK, untuk menghadirkan layanan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Tujuannya bukan hanya membantu murid menghadapi persoalan, tetapi juga mendukung mereka mengenali potensi dan merencanakan masa depan. (SABRIANOOR/R)