KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Pembangunan Dermaga Waterfront City di Kabupaten Kapuas dengan anggaran sekitar Rp82,6 miliar ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.

Hingga Rabu, 21 Oktober 2026, progres pekerjaan proyek yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Kapuas Tahun Anggaran 2026 tersebut telah mencapai sekitar 50 persen.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kapuas Teras mengatakan pengerjaan masih berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.

“Sepanjang perjalanan sampai saat ini, progres pembangunan Dermaga Waterfront City sudah kurang lebih 50 persen,” kata Teras.

Menurutnya, proyek tersebut ditargetkan selesai sesuai jadwal kontrak pada akhir Desember 2026.

“Kami berharap pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan dan keselamatan konstruksi,” ujarnya.

Meski demikian, pengerjaan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama cuaca panas serta kondisi air Sungai Kapuas yang surut dan terasa asin.

Kondisi tersebut berdampak pada kebutuhan air untuk pekerjaan pengecoran karena air harus didatangkan dari sumber yang memenuhi persyaratan.

“Kendala sekarang cuaca yang sangat panas, air sungai surut dan juga air sungai asin. Sehingga untuk pengecoran, air harus didatangkan yang memenuhi syarat,” katanya.

Dari total 26 segmen dermaga yang direncanakan, masih terdapat tujuh segmen yang belum terpasang.

Dermaga Waterfront City berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Kuala Kapuas, di tepian Sungai Kapuas.

Teras menjelaskan fasilitas tersebut dirancang sebagai kawasan wisata dan bukan untuk tempat bersandar kapal maupun aktivitas bongkar muat barang.

Namun dalam kondisi darurat, dermaga dirancang tetap dapat dilalui kendaraan penumpang maupun ambulans.

SUMBER: ANTARA