BORNEONEWS, Jakarta – Kalimantan Tengah menjadi salah satu provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan saat pemerintah mulai menginventarisasi kebutuhan bantuan internasional untuk mendukung operasi karhutla.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan bantuan dari luar negeri akan diarahkan terutama pada pengadaan alat dan teknologi mutakhir yang belum dimiliki di dalam negeri.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan pemerintah menghargai tawaran bantuan dari sejumlah negara, termasuk Jepang dan Singapura.
“Sesuai arahan pimpinan, pemerintah saat ini melakukan inventarisasi jenis bantuan yang diperlukan agar dukungan dari luar negeri tersebut benar-benar tepat guna dan tepat sasaran dalam memperkuat operasi penanggulangan karhutla,” kata Berton di Jakarta dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.
BNPB mencatat luas lahan terbakar yang ditangani di Kalimantan Tengah mencapai 7.938 hektare. Angka itu menjadi yang terbesar di antara enam provinsi prioritas yang disebutkan dalam data tersebut.
Provinsi prioritas lainnya meliputi Sumatera Selatan dengan 5.194 hektare, Jambi 2.025 hektare, Kalimantan Selatan 1.974 hektare, Kalimantan Barat 1.290 hektare, sedangkan Riau dilaporkan nihil.
Menurut Berton, bantuan luar negeri tidak diarahkan sekadar menambah peralatan yang sudah tersedia, tetapi diharapkan mengisi kebutuhan teknologi yang belum dimiliki untuk memperkuat penanganan karhutla.
Di luar enam provinsi prioritas, operasi penanganan juga dilakukan di Kalimantan Timur dan kawasan Ibu Kota Nusantara, Taman Nasional Way Kambas, Karanganyar, Gunung Sumbing, hingga Papua.
BNPB menyebut lebih dari 70 ribu personel gabungan telah disiagakan untuk penanganan karhutla di berbagai wilayah.
“Ada lebih kurang 70 ribu personel gabungan yang sudah disiagakan untuk menangani karhutla ini, lengkap dengan armada udara dan peralatan penyiraman darat,” ujar Berton.
Pemerintah masih memetakan jenis bantuan yang paling dibutuhkan sebelum memutuskan bentuk dukungan internasional yang akan diterima.
SUMBER: ANTARA









