BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pengadilan Negeri (PN) Pangkalan Bun tengah membangun lahan parkir bagi para pengunjung. Sebab, lahan parkir saat ini juga digunakan untuk tempat parkir mobil tahanan. Ini membuat para pengunjung bisa berinteraksi dengan tahanan yang baru datang atau akan pulang usai mengikuti sidang, sehingga terkesan kurang steril.

Dari pantauan Borneonews, selain tempat parkir jadi satu, antara ruang pengunjung dan tempat tahanan sementara hanya berjarak sekitar dua meter. Tidak jarang kesempatan ini digunakan oleh para pengunjung yang sebagian besar merupakan kerabat atau keluarga terdakwa untuk berkomunikasi sambil menunggu giliran sidang.

Hal tersebut juga dinilai tidak aman. "Selain untuk meningkatkan pelayanan, kita juga ingin meningkatkan pengamanan. Sebab tempat parkir pengunjung dan mobil tahanan masih jadi satu. Jadi nanti tempat parkir saksi, pengunjung, mobil tahanan tidak lagi jadi satu, "ungkap Humas PN Pangkalan Bun, Eman Sulaiman kepada Borneonews, Rabu (8/2/2017).

Ia berpendapat, mungkin bagi sebagian orang pembangunan parkir hal yang biasa. Tapi tidak biasa dari sisi PN Pangkalan Bun. Pasalnya, adanya kesempatan bagi semua pihak untuk berinteraksi. "Kesempatan berinteraksi inilah yang patut kita jaga. Jangan sampai atau menunggu hal yang tidak diinginkan terjadi. Kenapa baru sekarang dibangun? Sudah tentu karena keterbatasan dana," kata Eman.

Eman menyatakan, ke depan, PN Pangkalan Bun ingin membangun tempat khusus bagi para saksi agar para saksi, pengunjung dan tahanan hanya bertemu saat di persidangan. "Intinya kami berupaya untuk berbenah dari segi pelayanan. Kita ingin semuanya steril agar keamanan tetap terjaga. Tentunya semua itu harus bertahap," ujarnya. (M IWANUDDIN/B-10)