BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Disarpustaka) Kabupaten Kapuas mewadahi berbagai komunitas. Salah satunya, komunitas ibu-ibu rumah tangga yang melakukan kegiatan belajar secara mandiri untuk berinovasi di berbagai bidang.

"Beberapa inovasi tersebut yaitu membuat kerajinan tangan dari bahan dasar sabun, itu kemarin menjadi daya tarik dari para pengrajin dan sudah ada peminatnya, sehingga kita juga buka usaha kecil-kecilan tersebut," ungkap Kepala Disarpustaka Kabupaten Kapuas Hj Nor Apiati kepada Borneonews di ruang kerjanya, Selasa (12/9/2017).

Ia melanjutkan target dari program tersebut agar ibu-ibu rumah tangga bisa menciptakan inovasi yang bisa bermanfaat bagi keluarga. Bahkan bisa membantu perekonomian keluarga. "Selain itu, ada juga seorang ibu yang berhasil membuat inovasi makanan yang berbahan dasar jagung. yakni es krim jagung," imbuh dia.

Es krim jagung tersebut, lanjut Nor Apiati, dikembangkan dengan bantuan referensi dari internet Disarpustaka Kabupaten Kapuas. Kemudian, seorang ibu yang bernama Sumiati berhasil juga membuka usaha permen jelly dan dodol dari buah nanas dan salak.

"Selain itu juga banyak lagi inovasi yang dikembangkan melalui program ini, selain juga bermanfaat untuk keluarga juga bisa menjadikan usaha, bermanfaat untuk keluarga karena jika anak tidak suka makan buah dan sayur maka dengan membuat inovasi seperti ini akhirnya dia akan suka makan buah dan sayur," ujarnya.

Ia juga mengajak kepada ibu-ibu lain yang berminat ikut kegiatan tersebut untuk datang ke Disarpustaka Kabupaten Kapuas. (HAMDI/B-8)