PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Keberadaan angkutan umum di Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai sulit dijumpai.

Bahkan diprediksi beberapa tahun ke depan, angkutan kota yang identik dengan warna kuning tersebut bakal punah.

Punahnya angkutan kota salah satunya disebabkan meningkatnya ekonomi masyarakat. Sehingga masyarakat cenderung menggunakan kendaraan pribadi, baik roda dua maupun empat, untuk bepergian ketimbang memanfaatkan angkutan kota.

Anggota DPRD Kabupaten Kobar Syamsul Rizal mengakui bahwa masyarakat  Kota Pangkalan Bun semakin jarang memanfaatkan angkutan umum yang oleh penduduk lokal disebut taksi kuning.

Hal itu terjadi karena adanya perubahan prilaku masyarakat yang saat ini lebih banyak menggunakan kendaraan pribadi.

--page

Anggota Komisi C yang membidangi masalah perhubungan itu mengaku, merasa kasihan dengan sopir angkutan umum. Sebab untuk memenuhi setoran saja susah, apalagi mau meremajakan kendaraaan.

”Kalau dulu mau membeli mobil untuk angkutan itu mahalnya minta ampun. Sekarang kalau ada yang mau menjual murah pun enggak ada yang mau beli,” tuturnya, Selasa (8/5/2018).

Disampaikan, sejumlah halte yang disediakan pemerintahpun sudah beralih fungsi. Sedianya halte diperuntukkan sebagai tempat pemberhentian angkutan umum. Namun sekarang banyak yang menjadi tempat pemberhentian kendaraan pribadi ketika hendak menjemput anak pulang sekolah.

Syamsul menduga, hal itu juga terjadi karena jumlah penduduk Kota Pangkalan  Bun relatif masih sedikit bila dibandingkan dengan luas wilayahnya. Sehingga masyarakat merasa lebih efektif bila menggunakan kendaran pribadi.

Untuk memiliki kendaraan pribadi, terutama roda dua, sekarang juga lebih mudah dengan adanya lembaga pembiayaan.

--page

Sementara itu, sopir taksi kuning yang sedang mangkal di Jalan Pangeran Antasari, mengamini bahwa masyarakat semakin jarang menggunakan angkutan umum. Sehingga pendapatannya semakin hari kian berkurang.

”Ya mau menyalahkan siapa karena orang lebih senang naik sepeda motor,” katanya. (MASROHAN/B-3)