BORNEONEWS, Palangka Raya - Banyaknya penyakit yang ditimbulkan penambang emas yang menggunakan merkuri menyebabkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) ingin melarang masyarakat memakai merkuri dan menggantinya dengan cara lain.
Plt Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri saat membuka secara resmi rapat program emas masyarakat sejahtera mengatakan dampak dari merkuri sangat berbahaya.
"Masyarakat kita yang kerjaannya menambang emas masih banyak menggunakan merkuri untuk memisahkan meterial, batuan atau yang lain agar emasnya terpisah, namun tidak sadar penyakit yang didapatkan saat menggunakan merkuri," ujar Fahrizal Rabu (9/5/2018).
"Merkuri ini efeknya tidak seperti air keras, efeknya juga mematikan namun tidak langsung, dia menimbulkan penyakit secara perlahan. Inilah yang ingin diantisipasi Pemprov dengan melarang masyarakat menggunakan merkuri agar masyarakar Kalteng bisa lebih sehat," lanjutnya.
Meski begitu Fahrizal menjelaskan penambangan emas juga sangat penting untuk ekonomi masyarakat dan Pemprov akan mengganti kebiasaan masyarakat yang menggunakan merkuri dengan alat khusus untuk penambang emas.
--page
"Nantinya kita akan sosialisasikan kepada masyarakat alat ini, dan kita berharap masyarakat bisa menerima demi kesehatan kita bersama," tutupnya. (GAZALI/B-6)








