BORNEONEWS, Puruk Cahu - Pemerintah Kabupaten Murung Raya mulai uji coba pengembangan tanaman padi gogo melalui program Balai Benih Induk (BBI) dengan menggandeng tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB).
"Beberapa sampel sudah kami ambil dan diuji untuk melihat mana yang paling cocok dikembangkan di wilayah Murung Raya ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan (Distanik) Murung Raya Sri Karyawati, Kamis 9 April 2026.
Saat ini program tersebut telah memasuki tahap kedua dan tim sudah turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan serta pengambilan sampel.
Dalam pelaksanaannya pihak Distanik masih memanfaatkan bibit lokal karena bantuan bibit dari pemerintah pusat sebelumnya belum sepenuhnya tersalurkan. Meski demikian, hasil bibit lokal dinilai cukup baik untuk dikembangkan.
Tim sedang menguji kemungkinan penerapan dua kali masa tanam dalam setahun untuk padi gogo di lahan ladang kering, karena selama ini hanya bisa menanam satu kali dalam setahun.
”Kalau ini berhasil, kita akan dorong petani agar bisa tanam dua kali setahun, sehingga hasil produksi meningkat,” kata Sri.
Dia mengatakan, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian juga fokus mencari bibit unggul yang memiliki masa panen lebih cepat, tahan hama, serta hasil produksi tinggi.
“Target kita mendapatkan bibit yang bisa panen dalam waktu tiga sampai empat bulan, sehingga memungkinkan dua kali tanam dalam setahun,” jelas Sri
Sri juga menyampaikan saat ini program itu masih dalam tahap uji coba, dan jika berhasil, bibit unggul tersebut akan diperbanyak dan dibagikan kepada petani guna mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Murung Raya.
ANTARA









