PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Riuh sorak penonton menggema di tepian sungai saat dua perahu saling beradu tenaga dalam lomba Besei Kambe, salah satu olahraga tradisional khas Suku Dayak Ngaju yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau, Kamis, 9 Juli 2026. 

Sekilas, Besei Kambe tampak seperti tarik tambang di atas air. Dua regu mendayung perahu ke arah yang berlawanan, saling mengerahkan kekuatan hingga salah satu tim berhasil menarik lawannya melewati batas yang telah ditentukan.

Di balik sengitnya perlombaan, olahraga tradisional ini menyimpan nilai-nilai budaya yang kuat, mulai dari kekompakan, keseimbangan, strategi, hingga semangat pantang menyerah. Nama "Besei Kambe" sendiri berarti "Dayung Hantu" atau arwah nenek moyang. Menurut legenda Suku Dayak, permainan ini berawal dari kisah warga yang melihat makhluk halus mendayung perahu ke arah berlawanan hingga perahunya terbelah karena kekuatan yang luar biasa.

Kini, Besei Kambe menjadi salah satu cabang olahraga tradisional unggulan yang rutin diperlombakan dalam berbagai agenda budaya di Kalimantan Tengah, termasuk Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) dan Handep Hapakat Fair.

Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, lomba ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Pulang Pisau. Ia hadir didampingi Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Andriani selaku Ketua Panitia Lomba Besei Kambe, serta Kepala Dinas Perkimhub Ferdinand Yacobvella sebagai Ketua Umum Panitia HUT ke-24 Kabupaten Pulang Pisau.

"Saya sangat mengapresiasi digelarnya berbagai lomba tradisional, salah satunya Besei Kambe. Ini merupakan olahraga tradisional yang sarat dengan seni dan budaya Dayak yang harus terus dilestarikan," ujar Jayadikarta. 

Menurut Ahmad Jayadikarta, penyelenggaraan lomba tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ajang pembinaan atlet. Melalui kompetisi ini diharapkan lahir bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat mewakili Kabupaten Pulang Pisau pada ajang yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional.

Ia berharap pelestarian olahraga tradisional seperti Besei Kambe terus dilakukan sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman. (RETHA/j)