BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Komisi I DPRD Palangka Raya, Mukarramah, meminta Pemerintah Kota (Pemko) memberikan perhatian terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah kondisi kabut asap yang melanda wilayah setempat.
Menurutnya, kabut asap berpotensi mengurangi aktivitas masyarakat di luar rumah. Kondisi tersebut dapat berdampak pada kunjungan pelanggan dan omzet pelaku UMKM, terutama usaha yang mengandalkan penjualan langsung di pasar maupun tempat usaha.
Mukarramah menilai, diperlukan langkah konkret agar pelaku UMKM tetap dapat menjalankan usahanya selama kondisi kualitas udara belum membaik. Dukungan pemerintah daerah diperlukan untuk membantu pelaku usaha beradaptasi dengan situasi tersebut.
"Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendorong penjualan secara daring atau online. Melalui pemasaran digital, pelaku UMKM dapat menjangkau konsumen tanpa sepenuhnya bergantung pada kunjungan pembeli ke lokasi usaha," tambahnya, Selasa, 13 Oktober 2026.
Pemko juga diharapkan Mukarramah membantu mempromosikan produk UMKM melalui kanal digital milik pemerintah, media sosial, serta jaringan pemasaran yang tersedia. Dengan begitu, produk lokal tetap memiliki peluang untuk dipasarkan meskipun aktivitas masyarakat di luar rumah berkurang.
"Selain promosi, pendampingan penggunaan platform digital juga penting agar pelaku UMKM dapat memanfaatkan layanan pesan antar, katalog produk online, dan media sosial untuk memperluas pasar," tambahnya.
Mukarramah berharap dukungan tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan UMKM menghadapi berbagai kondisi yang dapat mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.
"Di tengah kabut asap, keberlangsungan UMKM perlu menjadi perhatian bersama karena sektor ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Dukungan promosi dan pemasaran digital diharapkan dapat membantu pelaku usaha mempertahankan penjualan sekaligus menjaga perputaran ekonomi lokal," tegasnya. (MARINI/H)









