BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo, menyoroti dampak kekeringan akibat fenomena El Niño serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Tengah.
Menurut Sigit, distribusi bantuan air bersih oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menjadi langkah penting untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Ia mengatakan, kondisi kekeringan perlu mendapat perhatian serius karena berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber air.
“Bantuan air bersih sangat dibutuhkan masyarakat. Pemerintah harus memastikan distribusinya tepat sasaran dan menjangkau wilayah yang benar-benar terdampak,” ujar Sigit pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Selain bantuan air bersih, Sigit juga mendukung pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah. Menurutnya, keberadaan sumur bor dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air untuk keperluan sehari-hari, termasuk mandi dan air minum.
Ia berharap pembangunan infrastruktur air bersih dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan kondisi wilayah, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Sigit menilai upaya mitigasi karhutla harus dilakukan secara terpadu oleh pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat. Kesiapan personel, peralatan, serta koordinasi antarlembaga dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah meluasnya kebakaran.
“Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, perusahaan, dan masyarakat harus memiliki komitmen serta kesiapan yang sama,” katanya.
Sigit juga mendorong perusahaan besar swasta, khususnya yang bergerak di sektor perkebunan dan pertambangan, untuk menjaga wilayah operasional masing-masing serta memastikan peralatan pemadam kebakaran dalam kondisi siap digunakan.
Ia menambahkan, pemerintah perlu memperkuat sistem peringatan dini dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan karhutla, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan ancaman El Niño.
“Pencegahan harus dilakukan sejak awal. Jangan menunggu api membesar baru bergerak,” tegasnya.
Sigit berharap langkah penyediaan air bersih dan penguatan kesiapsiagaan karhutla dapat terus dilakukan secara konsisten agar masyarakat terlindungi dari dampak kekeringan maupun bencana kebakaran. (TESTI PRISCILLA/H)









