BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Komisi I DPRD Palangka Raya, Mukarramah, mendorong penguatan Rumah Singgah Oksigen melalui keterlibatan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan (ormas) hingga partai politik (parpol).
Menurut Mukarramah, penanganan dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak, tidak hanya mengandalkan pemerintah.
Ia menilai, Rumah Singgah Oksigen menjadi salah satu bentuk kepedulian kemanusiaan untuk membantu masyarakat yang terdampak kabut asap, terutama warga yang mengalami gangguan pernapasan.
“Rumah oksigen ini perlu kita tingkatkan bersama. Masyarakat, ormas, maupun partai politik bisa ikut berperan membantu warga yang terdampak kabut asap,” kata Mukarramah, Senin, 13 Oktober 2026.
Ia berharap, keterlibatan berbagai pihak dapat memperkuat pelayanan kepada masyarakat, baik melalui dukungan fasilitas, bantuan kebutuhan warga, maupun aksi sosial sesuai kemampuan masing-masing.
Mukarramah juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam menghadapi situasi karhutla. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, DPRD, organisasi masyarakat, parpol, dan relawan diperlukan agar bantuan kemanusiaan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Ia berharap, upaya memperkuat Rumah Singgah Oksigen tidak berhenti sebagai respons sementara, tetapi menjadi wujud kepedulian bersama dalam melindungi kesehatan masyarakat selama kabut asap masih mengancam.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bersama-sama hadir untuk masyarakat. Ini persoalan kemanusiaan, sehingga semua pihak diharapkan dapat mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” ujarnya. (MARINI/H)









