PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi meminta Pemko menyiapkan langkah pemulihan sektor pariwisata setelah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berakhir.

Upaya ini dinilai penting untuk kembali meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurut Subandi, kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya telah berdampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi dan pariwisata.

Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah agar pemulihan ekonomi daerah dapat berjalan setelah kualitas udara membaik.

Ia menyoroti gangguan penerbangan dan transportasi yang sempat terjadi selama kabut asap. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan, sehingga diperlukan strategi untuk kembali menarik minat pengunjung dari luar daerah maupun wisatawan lokal.

“Ketika kabut asap sudah berakhir nanti, pemerintah kota harus menyiapkan langkah pemulihan. Kita ingin aktivitas pariwisata kembali bergerak, kunjungan wisatawan meningkat, dan dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya, Jumat, 16 Oktober 2026.

Subandi mengatakan, pemulihan pariwisata dapat dilakukan melalui promosi destinasi unggulan, penyelenggaraan kegiatan wisata, serta peningkatan kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata.

Langkah tersebut diharapkan mampu membangkitkan kembali minat masyarakat untuk berkunjung ke berbagai destinasi di Palangka Raya.

Selain promosi, ia mendorong perangkat daerah terkait untuk berkoordinasi dengan pengelola destinasi wisata, pelaku UMKM, perhotelan, rumah makan, dan sektor usaha lainnya.

Keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pemulihan pariwisata memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

Menurutnya, meningkatnya kunjungan wisatawan juga berpeluang menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Perputaran usaha di sektor kuliner, penginapan, transportasi, dan jasa wisata diharapkan ikut meningkat seiring pulihnya mobilitas pengunjung.

"Kami juga meminta agar strategi pemulihan disusun secara terukur dengan memperhatikan kondisi kualitas udara dan keselamatan masyarakat. Promosi wisata perlu dilakukan ketika situasi sudah memungkinkan, sehingga wisatawan dapat berkunjung dengan aman dan nyaman," mintanya.

Ia berharap Pemko Palangka Raya tidak hanya berfokus pada penanganan kabut asap saat bencana berlangsung, tetapi juga menyiapkan program pascabencana untuk memulihkan sektor-sektor yang terdampak.

Dengan perencanaan yang baik, pariwisata diharapkan kembali berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD Kota Palangka Raya. (MARINI/R)