BORNEONEWS, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan operasi modifikasi cuaca di Kalimantan Tengah untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.
Dalam operasi tersebut, petugas menyebarkan total 3.900 kilogram es kering atau dry ice dan 800 kilogram garam melalui enam sorti penerbangan.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan penggunaan dua material sekaligus dilakukan karena sebaran titik api karhutla di Kalteng cukup luas.
“Kalimantan Tengah mencatatkan angka lahan yang belum dipadamkan paling tinggi yaitu seluas 321 hektare lebih,” kata Berton dikutip dari Antara, Kamis, 22 Oktober 2026.
Operasi udara tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan karhutla di wilayah yang masih memiliki lahan terbakar dan belum sepenuhnya padam.
BNPB juga mengerahkan dukungan pesawat dari wilayah Kalimantan Selatan untuk membantu operasi di Kalimantan Tengah.
Selain modifikasi cuaca, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat dengan dukungan perlengkapan seperti pompa air dan alat pelindung diri.
Peralatan tersebut didistribusikan kepada kelompok pemadam yang terdiri atas unsur kementerian dan lembaga, TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga pihak swasta.
BNPB menyatakan operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan meski sebagian wilayah sudah mulai diguyur hujan secara alami, karena sejumlah titik kebakaran masih membutuhkan penanganan.
SUMBER: ANTARA









