SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Video seekor burung berparuh besar yang hinggap dengan tenang di sepeda motor warga di Kecamatan Mentaya Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beredar di media sosial. Kemunculan burung yang diduga kangkareng hitam tersebut menarik perhatian di tengah kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kotim akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Video berdurasi 15 detik itu memperlihatkan seekor burung hinggap di sepeda motor yang terparkir di tepi jalan. Burung tersebut terlihat tetap tenang meski direkam seseorang dari jarak dekat.

Di sekitar lokasi burung hinggap, tidak terlihat asap yang mengepul. Namun, pada bagian latar belakang video, pepohonan dari kejauhan tampak diselimuti kabut asap.

Berdasarkan narasi yang menyertai video, burung tersebut muncul di Desa Tanjung Jariangau, Kecamatan Mentaya Hulu.

Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Sampit, Muriansyah, menduga burung tersebut merupakan kangkareng hitam, salah satu jenis burung rangkong yang dilindungi undang-undang.

"Sepertinya kangkareng hitam. Kangkareng hitam termasuk spesies burung rangkong dan termasuk jenis burung yang dilindungi UU," kata Muriansyah, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, kangkareng hitam masih ditemukan di wilayah Kotim, meskipun keberadaannya relatif jarang terlihat. Burung tersebut umumnya menghuni kawasan hutan yang masih terjaga dengan banyak pepohonan besar dan tinggi.

Beberapa wilayah yang menjadi habitatnya antara lain Kecamatan Telaga Antang, Antang Kalang, Mentaya Hulu, dan Bukit Santuai.

Terkait kondisi burung dalam video, Muriansyah menilai tidak terlihat tanda-tanda yang menunjukkan adanya masalah. Perilaku burung yang tetap tenang ketika didekati warga justru membuatnya menduga burung tersebut merupakan peliharaan seseorang.

"Dugaan saya, burung tersebut merupakan peliharaan warga. Bukan burung yang baru ditemukan warga," imbuhnya.

Muriansyah menjelaskan, apabila burung tersebut baru ditemukan di alam liar, biasanya akan segera terbang menjauh ketika didekati manusia. Karena itu, ia menduga burung dalam video bukan baru ditemukan warga di lokasi tersebut.

Meski demikian, dugaan itu masih didasarkan pada pengamatan terhadap video. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai asal-usul burung tersebut.

BKSDA mengingatkan bahwa kangkareng hitam termasuk satwa yang dilindungi. Keberadaannya di alam perlu dijaga dengan tidak menangkap, memperjualbelikan, atau memeliharanya secara ilegal. (DEWI PATMALASARI/j)