SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, H Supriadi mengkritik keberadaan organisasi kepemudaan di Kotim. Bahkan keberadaan organisasi bisa dikatakan stagnan. Terkait itu, dia mendesak ada evaluasi kepengurusannya. 

Supriadi mengatakan, roda organisasi itu seakan tidak berjalan sama sekali. Ada beberapa faktor penyebabnya yang dilihatnya, sehingga organisasi ujung tombak urusan pemuda itu kian tidak eksis.

Salah saut penyebabnya, organisasi pemuda yang seyoganya diisi orang berpotensi dan mumpuni di berbagai bidang itu mati suri, lantaran ketidakmampuan manajerial. 

"Sehingga tugas dan fungsi yang seharusnya dilaksanakan itu tidak berjalan sebagaimana mestinya. Belum lagi kantornya sangat tidak terurus sekali," kata dia, Senin (29/10/2018).

Supriadi menambahkan, adanya kelemahan koordinasi dengan dinas teknisnya. Dampaknya, potensi anak muda dalam organisasi itu tidak tersalurkan dengan baik. 

--page

Selain itu, dinas teknis yang membidangi urusan pemuda itu juga seakan tidak mampu menangani dan mengurusnya.  

Dari itu ia mendesak agar pemerintah daerah mengevaluasi kepengurusan tersebut.

Bahkan dinas teknis wajib memebenahi kembali organisasi  yang diharapkan jadi organisasi pemuda yang berkemajuan dan berpendidikan itu.

DPRD Kotim juga merasa kecewa di mana kekecewaan itu di Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober lalu, dia melihat tidak terlihat peran organisasi itu. Padahal, kegiatan saat itu merupakan tignkat Provinsi Kalteng. (NACO/B-11)