BORNEONEWS, Palangka Raya — Upaya menjaga keberlanjutan hutan dinilai membutuhkan keterlibatan banyak pihak, tidak hanya pemerintah dan masyarakat.
Direktur Sustainability Sawit Sumbermas Sarana atau SSMS, Henky Satrio Wibowo, mengatakan dunia usaha juga memiliki ruang untuk berkontribusi dalam perlindungan kawasan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan tidak mungkin dibangun hanya melalui kebijakan dari atas.
“Pemerintah memiliki peran dalam regulasi, pendampingan, penguatan kelembagaan dan pengawasan. Masyarakat menjadi pengelola sekaligus penjaga. Dunia usaha dapat berkontribusi melalui dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat, perlindungan kawasan, pencegahan kebakaran dan pengembangan ekonomi lokal,” kata Henky kepada Borneonews pada Minggu, 20 September 2026.
Ia mengatakan pembagian peran tersebut penting karena masyarakat membutuhkan kemampuan dan kesempatan untuk mengembangkan sumber penghasilan yang tidak merusak sumber daya alam.
Contohnya dapat dilihat pada pengelolaan Hutan Kemasyarakatan Danau Masoraian, Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.
Di kawasan tersebut, perlindungan hutan dilakukan bersamaan dengan kegiatan ekonomi masyarakat.
Menurut Henky, keberlanjutan pada akhirnya merupakan kerja bersama.
“Dengan demikian, keberlanjutan bukan tanggung jawab satu pihak. Ia adalah kerja bersama,” ujarnya. (TESTI PRISCILLA/Y)









