PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya seharusnya menganggarkan minimal Rp5 miliar untuk membantu pengembangan sektor perikanan.

Pasalnya selama ini, sudah banyak pembudidaya ikan keramba yang gulung tikar lantaran kehabisan modal dan kehabisan akal untuk mengembangkan usahanya secara mandiri.

"Kalau menurut saya tidak cukup Rp100 atau Rp200 juta, kalau saya mintanya dinas menganggarkan minimal Rp5 miliar untuk mengembangkan sektor perikanan di Kota Palangka Raya ini. Bukan hanya bantuan untuk pembudidaya ikan keramba tapi semua lini yang berhubungan dengan sektor perikanan," kata Wakil Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Chrismes G Djaga, Jumat (6/4/2018).

Menurutnya, sektor perikanan adalah salah satu sektor yang menjanjikan, baik bagi pembudidaya sendiri maupun bagi daerah. Selain karena manfaat ikan yang banyak, pengembangan ikan di Kota Palangka Raya juga menurutnya terbilang cukup mudah dan menguntungkan.

"Kita ini kan tinggal dekat sekali dengan sungai yang besar, Sungai Kahayan. Wajar saja masyarakat memanfaatkan keuntungan dari alam ini. Daripada susah harus mengganti air di keramba ikan, mengatur kualitas air supaya cocok dengan ikan, kan air sungai sudah sangat membantu meringankan" tutur Politisi Hanura ini.

--page

Dirinya berharap pemerintah lebih memperhatikan sektor perikanan, baik itu dari sisi pelatihan bagi pembudidaya dan nelayan hingga jalur penjualan yang dapat menguntungkan pembudidaya dan nelayan. Namun juga tetap menjaga harga ikan di pasaran bagi masyarakat. (TESTI PRISCILLA/B-2)